Tampilkan postingan dengan label CELOTEH PINGGIRAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CELOTEH PINGGIRAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

Ku injak kewajiban, ku dapatkan hak.

Beberapa masalah sering dipertontonkan kepada kita ketika orang berebut tentang hak, perjuangan mendapatkan hak dan mengejar hak tanpa melihat latar belakang kewajibanya dalam mendapatkan hak. Bahkan untuk mendapatkan hak sering menyampingkan dan menghapus hak-hak orang lain. Hak adalah: Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya: hak mendapatkan pengajaran, hak mengeluarkan pendapat, hak untuk mendapatkan kenaikan pangkat, hak asuh anak dan lainnya


Kewajiban adalah: Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Contohnya: melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar Iuran sekolah atau melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan sebaik-baiknya dan sebagainya.
Secara idialis memang seharusnya orang lebih mendahulukan kewajibanya dari pada menuntut hak atau antara hak dan kewajiban berimbang. Dalam kontek ini pola pikir seseorang beranggapan bahwa dengan melaksanakan kewajiban dengan baik dan benar maka hak akan didapatkan dengan sendirinya. Namun demikian banyak juga orang yang lebih mendepankan haknya dari pada kewajibannya.

Jumat, 20 Januari 2012

Pelukis Yang Peduli Terhadap Dunia Pendidikan


Membedah pola pikir pelukis Karang Sasongko


Karang Sasongko ( Klaten, 13 Maret 1963 ) adalah seorang pelukis yang dalam perkembangan hidupnya selalu melakukan eksperimen mengembangkan seni lukis dengan lingkungan sosial dan dunia pendidikan. Sebagai pewaris seni dari Sang Maestro seni lukis indonesia yaitu Rustamadji yang lebih dikenal sebagai pelopor seni rupa Indonesia tentu saja mempunyai tanggung jawab seni lukis di dalam keluarga maupun di masyarakat.

Jika di potret dari sisi sikapnya, dia adalah pribadi yang sederhada dengan senyum sebagai ciri khasnya dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebagai pribadi pelukis dia memang berbeda dengan pelukis-pelukis terkenal lainnya termasuk ayahandanya. Kala pelukis Affandi sebelum jadi pelukis dia bekerja sebagai guru sedang Karang Sasongko menjadi pelukis dulu baru bekerja sebagai guru. Kalau pelukis Rustamadji bersikap bahwa lukisannya lahir atas perintah-Nya berasal dari tenaga paranormal setelah lewat proses wujud sedang Karang Sasongko bersikap bahwa lukisanya hadir lewat kekuata pikiran untuk orang lain.

Lahir dilingkungan keluarga pelukis wajar jika dia menjadi seorang pelukis akan tetapi pengetahuan dan ketrampilan melukisnya tidak didapatkan dari pembelajaran khusus dari ayahnya dan pendidikan formal  seni lukis. Proses pengamatan dan kekuatan pikiranya dari mengamati hasil karya lukisan ayahnya digetarkan melalui tangannya menjadi lukisan otodidak yang tidak kalah dengan pelukis lainnya yang mendapatkan pengetahuan melalui khursus dan pendidikan formal.


Sabtu, 23 Juli 2011

Dolar lebih berharga dari pada rupiah

( Sebuah oleh-oleh berkunjung di kota pariwisata Malang)

“ jangan rame-rame dan mengganggu  tamu bule “ kata karyawan subuah penginapan saat kami datang ditengah malam di kota Malang. Informasi apa proteksi terhadap rombongan kami sebagai wisatawan domestik yang ingin menikmati suasana wisata kota Malang. Hal yang wajar bagi tamu yang datang tengah malam diperingatkan untuk tidak berbuat gaduh dan mengganggu tamu lainnya yang sedang istirahat. Tetapi alangkah mengherankan jika kota Malang yang terkenal sebagai kota Paiwisata yang Berbudaya bersikap diskriminatif terhadap wisatawan domestik dengan wisatawan mancanegara.

Ibarat gadis yang baru tumbuh dewasa dalam mengembangkan dunia pariwisata , kota Malang seharusnya lebih banyak bersolek diri, bersikap menarik dengan berpijakan pada pranata-pranata budaya khas malangan untuk menarik wisatawan. Dalam visi dan misi kota Malang yang mencanangkan sebagai Kota paiwisata yang berbudaya tentu saja menjadikan Malang sebagai tujuan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Obyek wisata yang akan dikembangkan adalah obyek wisata pendidikan, wisata sejarah, wisata belanja maupun wisata lainnya; Kota pariwisata yang berbudaya adalah kota pariwisata yang tetap melestarikan budaya khasnya beserta nilai-nilai yang dikandungnya.

Selasa, 28 Juni 2011

Pemasungan hati membelenggu hidup kita

SURAT ECERAN  IV

Surat eceran ini dikirim melalui sms dari seorang kawan lama yang mengkisahkan betapa sakitnya hati saat hatinya tertutup segalanya dalam menjalani kehidupan ini. Sering kita melihat seseorang di penjara karena kesalahan melanggar norma hukum. Betapa tidak nyamannya hidup dalam penjara, kebebasan fisik maupun batin seolah pada titik nadir hidupnya. Penjara yang disebabkan faktor eksternal sudah menyakitkan dan memperkosa hak-hak individu maupun sosialnya, apalagi seseorang dipenjara karena faktor diri sendiri.

Faktor internal yang disebabkan diri individu yang bisa memasung diri sendiri itu meliputi kebencian, ketamakan, iri hati dan kebodohan. Perasaan dan sikap itu bias menutup panca indera kita, kegelapan hati dan ruang gerak pikiran yang terbatas. Sadar atau tidak sadar penasungan hati ini dampaknya lebih menyakitkan dari pada penjara secara fisik. Penjara jenis ini seakan memasung hati dan hidup kita.

Kamis, 23 Juni 2011

Surat Eceran tentang mimpi seekor kucing

Surat Eceran III


Surat ini ditulis melalui sms dari seorang sahabat yang mengeluh kesahkan bagaimana dirinya harus bersikap dengan status barunya dan hidup pada lingkungan yang baru. Mengibaratkan dirinya seperti seokor kucing yang tinggal di tempat yang baru. Jalan mondar mandir tanpa tujuan dan terpotret bingung dalam beradaptasi. Kehidupan pribadinya, identitas dirinya dan pola sikapnya masa lalu menjadi kendala dalam beradaptasi. Rasa kuatir kehidupan lamanya terkuak menyebabkan sikap cenderung tertutup pada lingkungan barunya.

Mengingat berbagai permasalahan yang tak akan lepas dari seseorang tanpa dicari sebuah jalan keluarnya. Kecenderungan berbuat apa adanya tentunya akan mengetahui dan memahami semua peran yang dijalankan. Dimana kita bisa menerima dan menunjukan kelemahan dan sekaligus kekuatan diri, sehingga orang lain pun mengetahui apa yang kita jalani. Seperti seekor kucing yang hadir dalam lingkungan yang baru, maka ada kecenderungan untuk menutup dan membuka diri. Sikap kehati-hatianya menyebabkan si kucing akan sedikit menutup diri sehingga terpotret si kucing bingung untuk beradaptasi. 

Selasa, 14 Juni 2011

Surat Eceran Tentang Siswa Cacat Yang Terbuang

Surat Eceran II
Menanggapi pertanyaan kawan saudara Havid tentang adiknya yang di vonis tidak naik kelas gara-gara cacat tubuh akibat tabrak lari seperti yang dikirim melalui pesan di FB, adalah permasalahan yang menggelitik sampai terbawa dalam mimpi. Apalagi setelah membaca secara lengkap keluh kesahnya Havid's Crime: Ketika Sekolah Tak Mencintai Adikku Lagi di http://a1dde.blogspot.com/2011/05/ketika-sekolah-tak-mencintai-adikku.html membuat mimpi semakin menjadi dan kami terpaksa mengigau menanggapinya.
Dalam hal ini kami lebih tertarik tentang sikap pendidik apalagi sekolahnya dalam hal menangani siswa yang bermasalah dan pelayanan satuan pendidikan terhadap siswa yang dikatagorikan sebagai Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK ).

Jumat, 03 Juni 2011

Surat Eceran yang tercecer tentang PSB Online

Sehubungan dengan surat permohonan dari seorang temen aktifis sekaligus orang yang tidak pernah diam pemikiranya kalau memperhatikan masalah sosia dan budaya di Banjarbaru yaitu saudara Mhd Wahyu Nz .  Beliau ini menanyakan masalah PSB Online terpadu di Banjarbaru. Kami dimohon untuk memberikan pendapatnya tentang psb online tersebut, apakah sesuatu yg efektif & efisien, atau hanya akan menyisakan masalah saja. Untuk tahun 2011 , kami MKKS Banjarbaru telah merencanakan PSB disekolah masing-masing dengan system online, akan tetapi DPRD Banjarbaru mengharuskan bahwa pelaksanaan PSB SMA/SMK tahun ini harus online terpadu, yaitu pelaksanaan PSB dipusatkan di Disdik. Sebagai orang pinggiran yang berprofesi sebagai tukang didik hanya bisa berbicara secara eceran
Sebenarnya roh dari psb obline kan pada dasarnya keterbukaan sehingga semua masyarakat dapat  mengakses proses dan hasil PSB itu sendiri, Kalau seperti itu harapanya kan PSB bisa dilaksanakan Sekolah masing-masing dengan catatan bahwa data dan proses itu bisa disimak oleh masyarakat.